212 Matching Annotations
  1. Mar 2018
    1. Alasannya logis: Negara (meskipun sehebat Amrik atau UK) tidak sanggup men-support riset Uni besar-besaran, serta tidak semua Uni mampu membangun dana abadi dari para bilantropi atau CSR Industri.

      Adakah alasan logis kenapa "bilantropi" atau CSR industri di Indonesia, walaupun ada tapi tidak dapat diarahkan ke riset? Lebih banyak ke pengabdian kepada masyarakat.

  2. Feb 2018
    1. How to post your data and materials

      This blog post is very useful for people wanting to share their data or files anonymously. I just knew about this OSF feature by reading this post. Thank you Steve.

    1. Lalu mengapa jurnal terindeks scopus dapat dikatakan sebagai jurnal bereputasi?

      Terima kasih telah membagikan artikel ini. Pertanyaan saya, mengikuti alur kerja Scopus, bukankah alur itu bisa dibuat oleh kita dengan memanfaatkan reviewer jurnal independen yang juga orang Indonesia?

    1. Artikel ini sangat menarik karena memberikan solusi kepada masalah sehari-hari. Siapa yang tidak ingin aman saat menggunakan kompor gas. Pasti semua orang bukan.

  3. Jan 2018
    1. Sebuah artikel yang menarik, terutama saat para dosen dikejar-kejar oleh pola pengukuran kinerja yang mengutamakan peer-reviewed artikel.

      Artikel ini hasil karya tiga dosen Teknik Geologi FITB ITB, Pak Mirzam, Pak Aswan, dan Pak Mirzam, juga kolaborasi antara dua fokus keilmuan -- petrologi (Pak Mirzam) dan paleontologi (Pak Aswan dan Pak Zaim).

      Beberapa komentar dari beberapa dosen (via grup WA) telah didapatkan. Pada kesempatan berikutnya akan saya bagikan di sini.

      Semoga semangat seperti ini terus meluas di kalangan para dosen dan peneliti, agar ilmu tidak selamanya bertengger di menara gading.

      Dengan bahasa populer, ketiganya berupaya menceritakan 5 babak kepunahan di bumi. Babak berikutnya diindikasikan akan disebabkan oleh pelepasan CO2 secara masif, seperti juga telah disampaikan dalam artikel Another link between CO2 and mass extinctions of species dan By 2100, oceans may hold enough carbon to launch sixth mass extermination of species, mathematics predicts (Update).

    1. a country-level preprint repository

      There are many repositories built by universities across Indonesia. However, the usage is fairly minimum without a good promotion, internally to the academic community as well as externally to the stakeholders. we don't know exactly what's the problem, but strangely, when we introduced INArxiv in mid August 2017, the public responses had been so overwhelming. Had the existing repository been lacked of scholarly communication strategies, or simply less knowledge about managing a repository, but this preprinting movement finds its way inside the mind of many Indonesian scientists.

    1. This article shows the current state of Indonesian open access scientific publishing as of 30 Nov 2017. The date is important because it's keep on progressing.

      So what I did was to access the DOAJ database, in 30 November 2017. The reason to use it for it is oneof the biggest free online database of open access publication, with 10,565 Journals, 7,650 journalssearchable at Article level, from 122 Countries, with 2,743,765 Articles.

      Contoh riset sederhana dengan biaya murah dan tidak memerlukan perangkat mahal.

    1. However, for various reasons, these non-English journals struggle to survive in this competitive world. One possible reason for this is that articles in these journals are hardly cited, perhaps because of their perceived (or real) low quality and/or limited readership, which then contribute to a low impact factor (had they been fortunate enough to be indexed by Thomson Scientific), which then further discourages authors to submit high-quality research articles to these journals.

      Ini adalah tantangan kita untuk memajukan jurnal Indonesia dengan Bahasa Indonesia.

    2. a simple survey was conducted on these journals. A total of 67 journals were contacted with a response rate of 38.8% (26/67). Of the 26 journals that responded, 23 agreed to participate

      Contoh survey sederhana yang dapat dilakukan dengan sumberdaya minimum.

    3. Twenty-two journals among the 23 journals participating in the survey allowed authors to cite non-English materials in their papers.

      Ini bukti bahwa jurnal LN juga membolehkan penulis menyitat sumber yang tidak berbahasa Inggris. Jadi kalau Anda ingin menggunakan Bahasa Inggris dan sedang menulis makalah untuk dikirim ke jurnal LN, maka tidak ada halangan bagi anda untuk menyitat dokumen yang ditulis oleh rekan-rekan penulis dari DN. INArxiv bisa jadi salah satu media yang tepat untuk kebutuhan itu.